Pengertian Logika Matematika, Logika Tradisional dan Simbolik

April 18, 2018
Pengertian Logika Matematika

Perkembangan pengetahuan tentang ilmu logika mengalami perjalanan perkembangan yang cukup panjang. Sejarah mencatat, Aristoteles adalah seorang ahli filsafat yang pertama kali mengembangkan logika pada era yunani kuno, sekitar tahun 400 Sebelum Masehi. Pada era itu perkembangan logika dikenal oleh masyarakat dengan istilah yang disebut dengan "Logika Tradisional". Dipertengahan abad ke- 18, hadirlah seorang ahli matematika yang bernama G. W. Leibniz (1946 - 1716), yang ia selanjutnya menjadi seorang matematikawan yang mempelajari ilmu Logika Simbolik. Kemudian pada pertengahan abad  ke- 19 Goerge Boole (1815 - 1716), sukses menulis sebuah buku yang berjudul "Laws of Thought". Buku tersebut berisi tentang cara pengembangan logika simbolik sebagai sistem matematika abstrak. Selain itu, matematikawan lainnya yang juga berjasa dalam pengembangan logika simbolik diantaranya adalah Leonhart Euler (1707 - 1783), kemudian John Venn (1834 1923), dan Bertrand Russell (1872 - 1970).

Apakah yang dimaksud dengan Logika Tradisonal dan Logika Simbolik Itu?

Kedua konsep logika tersebut dapat kita definisikan dengan sederhana. Logika tradisonal adalah logika yang dipelajari hanya sebagai bagian dari metode filsafat. Sedangkan Logika Simbolik merupakan logika yang dipelajari untuk membangun  keterampilan penalaran ilmiah. Sebagaimana yang sudah kita maklum bahwa ilmu pengetahuan empirik bertolak dari data empirik. Nah, dalam menganalisis data empirik maka diperlukan logika induktif. Dengan penalaran 'induktif', maka ilmu pengetahuan berusaha menemukan sifat-sifat dan hukum-hukum alam empirik. Hukum dan sifat-sifat tersebut berguna untuk memahami keadaan yang real atau nyata. Penerapan itu dilakukan melalui pemikiran deduktif. Pada ujungnya ilmu pengetahuan empirik berusaha merumuskan hasiknya secara kuantitatif. Proses penalaran hingga merumuskan hasil diperlukan logika yang sesuai, yaitu dengan apa yang disebut Logika Simbolik.

Dalam percakapan kita sehari-hari, kata logika artinya "menurut akal". Secara istilah logika berarti suatu metode atau teknik yang digunakan untuk meneliti ketepatan penalaran. Sedangkan ketepatan penelaran itu sendiri adalah kemapuan untuk menarik suatu kesimpulan atau konklusi yang tepat dari  bukti-bukti yang ada atau tersedia.

Apabila pengertian logika kita kaitkan dengan matematika, maka secara singkat dapat didefinisikan yaitu tata cara berpikir atau pola pikir metamatika. Pembahasan yang masuk kedalam pembahasan logika matematika, sebagai berikut.

1. Kalimat
Yang terdiri dari Kalimat matematika yang benar, kalimat matematika yang salah, kalimat terbuka, kalimat deklaratif/ pernyataan, kemudian negasi atau juga disebut dengan ingkaran atau penyangkalan, Pernyataan majemuk; Konjungsi, Disjungsi, Implikasi dan Biimplkiasi, dan yang terakhir adalah Kalimat berkuantor.

2. Berpikir Deduktif
Logika matematika dalam pembahasa berpikir deduktif menggunakan tika prisnsip, diantaranya adalah Menggunakan prinsip modus ponens, Menggunakan prinsip modus tollens, dan Menggunakan prinsip silogisme.

3. Bukti dalam matematika, dan
4. Penarikan kesimpulan.

Semoga bermanfaat, matematika itu indah dan menyenangkan!

Artikel Terkait

Blog ini dibuat karena hobi saya dengan blogging dan sebagai media berbagi Tips dan Konsep Pembelajaran Matematika .


Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments